Jumat, 25 November 2011

telaah klasifikasi materi fiqih MI

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar belakang
Pendidikan fiqih merupakan salah satu pendidikan agama islam yang diterapkan dalam institusi pendidikan, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi islam sebagai sarana mewujudkan tujuan pendidikan, membentuk manusia yang mengerti akan syari’at agama Islam.
Kurikulum Pendidikan fiqih di lembaga pendidikan telah diterapkan berdasarkan pada peraturan menteri agama republic Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi pendidikan agama islam di madrasah ibtidayah. Maka kurikulum pendidikan fiqih di Madrasah Ibtidaiyah harus sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan dimana pendidikan fiqih di madrasah ibtidaiyah diharapkan mampu menciptakan dan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dengan adanya kurikulum pendidikan fiqih peserta didik diharapkan mengetahui dan memahami serta mengaplikasikan ilmu-ilmu fiqih dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam standar isi di Madrasah ibtidaiyah, materi fiqih adalah salah satu bagian dari mata pelajaran pendidikan agama islam yang di standarisasi. Didalamnya dapat ditemukan standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materri pelajaran. Maka untuk memudahkan pemahaman materi fiqih kepada peserta didik di tingkat madrasah ibtidaiyah, kementerian agama memkelompokkan atau mengklasifikasikan sesuai tahap-tahap dalam fiqih.
            Berikut akan kami jelaskan klasifikasi pelajaran fiqih madrasah ibtidaiyah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan agama islam dalam hal ini adalah materi fiqih madrasah ibtidaiyah kelas satu sampai kelas enam
  1. Rumusan Masalah.
1.      Apakah klasifikasi materi fiqih Madrasah Ibtidaiyah sudah tepat ?
2.      Apakah hasil klasifikasi dapat dan mudah dipahami ?
3.      Bagaimana cara klasifikasi materi fiqih yang ideal ?
BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Penegasan judul
Telaah klasifikasi materi fiqih Madrasah Ibtidaiyah kami berikan penegasan istilah untuk mendapatkan pengertian yang jelas dan  mempermudah pemahaman.
1.      Telaah
Menurut kamus bahasa Indonesia kontemporer, Telaah Memilki Arti Penyelidikan, Pemeriksaan dan Penelitian.[1]
2.      Klasifikasi
Klasifikasi adalah penyusunan bersistem dalam kelompok, atau golongan menurut kaidah atas standar yang ditetapkan.[2]
3.      Materi
Materi memiliki arti bahan atau suatu yang menjadi bahan yang dibahas dalam fiqih.[3]
4.         Fiqih
Fiqih menurut bahasa berarti; faham, Dalam terminologi mutaakhirin, Fiqih adalah Ilmu furu' yaitu:"mengetahui hukum Syara' yang bersipat amaliah dari dalil-dalilnya yang rinci.[4]
5.      Madrasah Ibtidaiyah
Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan Sekolah Dasar, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah ditempuh dalam waktu 6 tahun, dimulai dari kelas 1 sampai kelas 6.
Dalam kesatuan arti telaah klasifikasi materi fiqih adalah suatu upaya penyelidikan, pemeriksaan, dan penelitian terhadap pengelompokan-pengelompokan hokum-hukum syara’ yang bersifat amaliah atas standar yang telah ditetapkan yang berhubungan dengan  materi fiqih. Dan disini yang akan ditelaah adalah materi fiqih yang dijadikan acuan dan dilaksanakan pada proses pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah.
Dengan demikian, telaah klasifikasi materi fiqih Madrasah Ibtidaiyah adalah study penelitian, penyelidikan materi yang membahas penggolongan materi menurut kaidah atas standar yang ditetapkan materi fiqih yang berkaitan dengan hokum syara’ yang bersifat amaliah dari dalil-dalil yang rinci di tingkat satuan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dimana dalam penelitian ini difokuskan pada materi fiqih mulai dari kelas satu sampai kelas enam.
B.     Klasifikasi Materi Fiqih Kelas Satu
A.    Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas I Semester I
1.               Mengenal lima rukun islam
a.         Menyebutkan lima rukun islam
Rukun islam ada lima, yaitu :
1)   Membaca syahadat
2)   Shalat
3)   Membayar zakat
4)   Puasa ramadhan
5)   Haji, jika mampu
b.        Menghafalkan syahadatain dan artinya
ﺍﺸﻬﺪﺍﻦﻷﺍﻠﻪﺍﻷﷲﻮﺍﺸﻬﺪﺍﻦﻤﺤﻤﺪﺮﺴﻮﻞﷲ
Artinya :
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
2.      Mengenal tata cara bersuci dari najis
a.    Menjelaskan pengertian bersuci dari najis
Taharah artinya membersihkan badan, pakaian dan tempat dari segala kotoran, najis dan hadas.
Najis ada tiga macam :
1)      Najis ringan
2)      Najis sedang
3)      Najis berat
b.      Menjelaskan tata cara bersuci dari najis
1)      Dengan berwudlu
2)      Dengan tayammum
c.    Menirukan tata cara menyucikan najis
Anak-anak dapat menirukan tata cara menyucikan najis dengan misalnya memlihara kebersihan lingkungan, badan dan pakaian.
3.      Mengenal tata cara bersuci dari najis
a.       Adab buang air kecil dan buang air besar
Ketika masuk WC mendahulukan kaki kiri dan membaca do’a :
ﺍﻠﺎﻬﻢﺍﻨﻰﺍﻋﻮﺬﺑﻙﻤﻦﺍﻠﺤﺑﺚﻮﺍﻠﺨﺑﺎﺌﺚ
Dan ketika keluar dari WC mendahulukan  kaki kanan  dan membaca
do’a :
ﺍﻠﺤﻤﺪﻠﺎﻪﺍﻠﺬﻱﺍﺬﻫﺐﻋﻨﻰﺍﻻﺬﻯﻮﻋﺎﻔﺎﻨﻰ
b.      Hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika buang air
1)      Buang air sambil berbicara
2)      Buang air di air tenang
3)      Buang air di lubang
4)      Buang air menghadap kiblat
5)      Buang air membelakangi kiblat
6)      Buang air di sembarang tempat
B.     Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan  Materi Fiqih Kelas I Semester II
1.      Mengenal tata cara wudlu
a.       Menjelaskan tata cara wudlu
1)      Lafal niat wudlu
ﻧﻭﻴﺖﺍﻠﻭﻀﻭﺀﻠﺮﻔﻊﺍﻠﺤﺪﺚﺍﻷﺻﻐﺮﻔﺮﺾﻠﺎﻪﺘﻌﺎﻠﻰ
2)      Rukun wudlu ada enam, yaitu :
a)      Niat
b)      Mambasuh muka
c)      Membasuh kedua tangan sampai siku
d)     Menyapu kepala
e)      Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
f)       Tertib atau berurutan
3)      Sunnah wudlu
a)      Membaca basmalah
b)      Mencuci kedua telapak tangan
c)      Berkumur
d)     Memasukkan air kedalam hidung dan mengeluarkannya
e)      Membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki
f)       Mendahulukan yang kanan dari yang kiri
g)      Membasuh tiga kali
h)      Menyapu kedua telinga
i)        Berdo’a ketika selesai wudlu
4)      Hal-hal yang membatalkan wudlu
a)      Buang air besar atau Buang air kecil dan keluar angin
b)      Hilang akal (Gila atau mabuk)
b.      Menghafal do’a setelah wudlu
ﺍﺸﻬﺪﺍﻦﻻﺍﻠﻪﺍﻻﷲﻮﺤﺪﻩﻻﺷﺷﺮﻴﻚﻠﻪﻭﺍﺷﻬﺪﺍﻦﻤﺤﻤﺪﻋﺑﺪﻩﻭﺮﺴﻭﻠﻪ
ﺍﻠﺎﻬﻢﺠﻌﺎﻨﻰﻤﻥﺍﻠﺘﻭﺑﻴﻥﻭﺍﺠﻌﻠﻨﻰﻤﻥﺍﻠﻤﺘﻂﻬﺮﻴﻥ
2.      Mengenal tata cara shalat fardlu
a.       Menyebutkan macam-macam shalat fardlu
1)      Shalat dzuhur
2)      Shalat ashar
3)      Shalat maghrib
4)      Shalat isya’
5)      Shalat subuh
b.      Menirukan gerakan shalat fardlu
c.       Menghafal bacaan shalat fardlu
1)      Berdiri menghadap kiblat sambil berniat
2)      Takbiratul ihram
3)      Membaca do’a iftitah
4)      Membaca surat al fatihah dan dilanjutkan membaca surat  pendek yang terdapat dalam al qur’an
5)      Rukuk
6)      I’tidal
7)      Sujud
8)      Duduk tasyahud awal
9)      Duduk tasyahud akhir
10)  Salam
C.     Penjelasan klasifikasi materi fiqih
1)      Kelas I semester I
Klasifikasi materi fiqih kelas I semester satu adalah : mengenal rukun islam, cara bersuci dari najis, dan hal-hal yang dilarang ketika buang air.
2)      Kelas I semester II
Klasifikasi materi fiqih kelas I semester dua adalah : mengenal tata cara wudlu  beserta ketentuan syarat dan rukunnya, tata cara shalat fardlu beserta pejelasan macam-macam shalat fardlu.
  1. Klasifikasi Materi Fiqih Kelas Dua
A.    Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas II Semester  I
1.      Mempraktikkan shalat fardlu
a.       Menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat fardlu
1)      Syarat wajib shalat
a)      Beragama islam
b)      Baligh (dewasa)
c)      Berakal sehat
2)      Syarat sah shalat
a)      Sucu dari hadats besar maupun kecil
b)      Suci anggota badan, pakaian, tempat shalat dari najis
c)      Menutup aurat
d)     Telah masuk waktu shalat
e)      Menghadap kiblat
3)      Rukun shalat
a)      Berdiri bagi yang mampu
b)      Niat mengerjakan shalat
c)      Takbiratul ihram
d)     Membaca surat al fatihah pada setiap rakaat
e)      Ruku’ dengan tuma’ninah
f)       I’tidal dengan tuma’ninah
g)      Sujud dua kali dengan tuma’ninah
h)      Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
i)        Duduk tasyahud dengan tuma’ninah
j)        Membaca do’a tasyahud
k)      Membaca shalawat nabi pada tasyahud
l)        Membaca salam
m)    Tertib
b.      Mempraktikkan keserasian gerakan dan bacaan salat fardu
a)      Berdiri menghadap kiblat
b)     Takbiratul ihram sambil mengangkat dua tangan kearah kiblat dan mengucap “allahuakbar”
c)      Berdiri bersedekap dengan membaca do’a iftitah
d)     Membaca surat alfatihah dilanjutkan membaca surah-surah pendek yang terdapat dalam alqur’an.
e)      Rukuk
f)      I’tidal
g)     Sujud
h)     Duduk diantara dua sujud
i)       Duduk tasyahud awal
j)       Tasyahud akhir
k)     Salam sambil menoleh kekanan dan kiri.
2.      Mengenal adzan dan iqomah
1.      Menyebutkan ketentuan azan dan iqamah
1)                  Adzan panggilan untuk melaksanakan shalat
Sunah-sunah adzan
1)      Berdiri tegak menhadap kiblat
2)      Suci dari hadats besar dan kecil
3)      Menggunakan pengeras suara atau ditempat yang lebih tinggi
4)      Muadzin sebaiknya bersuara bagus dan enak
5)      Memasukkan ujung jari kedalam telinga
6)      Berhenti sebentar ketika membaca kalimat-kalimat adzan
7)      Membaca do’a setelah adzan
2)      Iqamah artinya pemberitahuan salat akan dimulai. Dan ketentuannya antara lain :
1)   Berdiri menghadap kiblat
2)   Suci dari hadas kecil dan besar
3)   Orang yang adzan sebaiknya juga yang iqamah
4)   Iqamah diucapkan sebelum shalat fardlu
5)   Membaca do’a sesudah iqamah
2.      Melafalkan adzan dan iqomah
3.      Mempraktikkan adzan dan iqomah
B.  Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas II Semester II.
1.      Mengenal cara shalat berjamaah
a.       Menjelaskan ketentuan tata cara salat berjamaah.
1)        pengertian
            Salat berjamaah adalah salat yang dikerjakan secara bersama-sama.
2)    Syarat menjadi imam :
a)      Orang laki-laki mengimani orang laki-laki
b)      Orang laki-laki mengimani orang perempuan dan anak-anak
c)      Orang perempuan mengimani perempuan
d)     Orang perempuan mengimani anak-anak
e)      Anak laki-laki mengimani anak laki-laki dan perempuan
3)        Syarat menjadi makmum :
a)      Niat mengikuti imam
b)      Mengikuti imam dalam segala gerak-geriknya
c)      Imam dam makmum berada dalam satu tempat
d)     Makmum tidak boleh berdiri melebihi berdirinya imam
e)      Orang laki-laki tidak boleh mengikuti imam perempuan
f)       Tidak ada takbir yang menghalangi gerak-gerik imam
g)      Salatnya makmum harus sesuai syarat pelaksanaanya dengan salatnya imam
h)      Makmum tidak boleh mendahului imam
b.      Menirukan salat berjamaah
2.      Melakukan zikir dan do’a.
a.       Melafalkan zikir setelah shalat fardu
1)      Membaca istigfar
2)      Membaca tasbih
3)     Membaca tahmid
4)      Memca takbir
b.      Do,a setelah salat fardu
1)      Do’a untuk kedua orang tua, saudara, teman, dan diri sendiri
2)      Do’a untuk kebahagiaan dunia dan akhirat
C.  Penjelasan klasifikasi materi fiqih
1.      Kelas II semester I
                        Klasifikasi materi fiqih kelas II semester satu adalah : penjelasan tentang tata cara shalat beserta syarat dan rukun shalat. Dan juga mepraktikkan keserasian shalat dengaan bacaannya. Selanjutnya mengenal adzan dan iqomah.
2.      Kelas II semester II
                        Klasifikasi materi fiqih kelas II semester dua adalaah : mengenal cara shalat berjamaaah, syarat menjadi imam dan makmum, melakukan dzikir setelah shalat.

D.    Klasifikasi Materi Fiqih Kelas Tiga
A.    Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Materi Fiqih Kelas III Semester I
1.      Mengenal Salat Sunah Rawatib
a.       Menjelaskan ketentuan Shalat Sunah Rawatib
         Salat sunah rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan beriringan dengan salat fardlu, yaitu sebelum (qobliyah)  atau sesudah (ba’diyah) salat fardu.
Pelaksanaan salat sunah rawatib dibagi menjadi dua :
1)      Sunah muakad yang artinya sangat dianjurkan pelaksanaanya.
2)      Sunah ghairu muakad yang artinya kurang ditekankan pelaksanaanya.
b.      Mempraktikkan tata cara salat sunah rawatib
2.      Mengenal Shalat Jum’at.
a.       Mengenal ketentuan salat jum’at
1)      Pengertian
              Salat Jum’at adalah salat dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah setelah dua khotbah pada waktu dhuhur setiap hari jum’at.
2)      Amalan-amalan sebelum shalat jum’at
a)    Mandi, membersihkan gigi, keramas, memotong kuku
b)   Memakai wangi-wangian, Berpakaian terbaik dan bersih
c)    Datang lebih awal, shalat sunah tahiyatal masjid, mendengarkan khotbah.
3)      Syarat wajib shalat jum’at:
a)      Orang islam
b)      Laki-laki
c)      Balig
d)     Merdeka
e)      Berakal sehat
4)      Syarat sah shalat jum’at :
1)      Wajib dikerjakan oleh orang-orang yang menetap disuatu kota
2)      Wajib dikerjakan berjamaah
3)      Waktunya hari jum’at, setelah masuk shalat dzuhur
4)      Sebelum shalat jum’at dibacakan khutbah
5)      Shalat jum’at hanya dua rakaat
b.      Membiasakan mengikuti salat jum’at
3.      Mengenal tata cara salat bagi orang yang sakit
a.       Menjelaskan tata cara salat bagi orang yang sakit
Cara melaksanakannya sesuai dengan kemampuan orang yang sakit:
1)      Salat bagi orang yang tidak mampu berdiri, apabila ia tidak mampu berdiri maka ia dapat salat dengan cara duduk.
2)      Salat bagi orang yang tidak mampu duduk boleh melakukan shalat dengan berbaring
b.      Mendemonstrasikan cara salat dalam keadaan sakit
Cara shalat orang yang sakit tetap sesuai dengan ketentuan syarat dan rukun shalat
B.     Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas III Semester II
1.      Mengenal puasa Ramadhan
a.       Menjelaskan ketentuan puasa ramadhan
1)      Pengertian
                        Puasa atau saum menurut bahasa arab artinya menahan dari segala sesuatu. Sedangkan menurut agama islam puasa berarti menahan diri dari makan dan minum, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
2)      Macam- macam puasa:
a)      Puasa wajib
b)      Puasa sunah
c)      Puasa makruh
d)     Puasa haram
3.      Syarat sah puasa :
a)      Beragama islam
b)      Mumayyiz yaitu dapat membedakan yang baik dan buruk.
c)      Suci dari darah haid dan nifas
d)     Dikerjakan pada waktu yang dibolehkan untuk berpuasa.
4)      Syarat wajib puasa:
a)      Beragama islam
b)      Berakal sehat
c)      Balig
d)     Kuat dan mampu melaksanakan puasa
e)      Mukim ( bukan orang yang sedang bepergian jauh )
f)       Suci dari haid dan nifas bagi perempuan
5)      Rukun puasa :
a)      Niat dimalam hari
b)      Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenam matahari
6)      Sunah puasa
a)      Segera berbuka, berbuka dengan yang manis dan berdo’a
b)      Makan sahur, mengakhirkan makan sahur, sedekah
7)      Hal-hal yang membatalakan puasa
Makan minum sengaja, senggama, muntah disengaja, keluar darah haid, gila, keluar air mani di sengaja,
8)      Orang yang boleh tidak berpuasa
Musafir, orang yang sudah renta, orang hamil dan menyusui
b.      Menyebutkan hikmah puasa Ramadhan
1)      Mendidik manusia untuk bersifat sabar
2)      Meningkatkan ketakwaan kepada allah
3)      Menyehatkan badan
4)      Menumbuhkan rasa cinta kasih dan sayang kepada fakir miskin
5)      Puasa melindungi diri dari perkataan dan perbuatan keji dan mungkar
2.      Mengenal amalan- amalan dibulan Ramadhan
a.       Melaksanakan salat Tarawih dan Witir
1)      Salat tarawih adalah salat sunah pada bulan ramadhan yang dilakukan setelah salat isya. Bilangannya ada yang 20 rakaat dan 8 rakaat
2)      Salat witir artinya adalah salat sunah yang rakaatnya ganjil dan dilakukan pada malam hari. Bilangannya paling sedikit 1 rakaat dan paling banyak 11 rakaat
b.      Menjelaskan ketentuan salat tarawih dan witir
1)      Waktu salat tarawih adalah sesudah salat isya sampai waktu fajar
2)      Waktu salat witir adalah setelah salat tarawih sampai terbit fajar.
c.       Menjelaskan keutamaan-keutamaan yang ada pada bulan ramadhan.
1)      Bulan ramadhan adalah bulan diturunkannya alqur’an
2)      Ditutup pintu-pintu neraka dan dibuka pintu-pintu surga bagi orang yang beramal sholeh dibulan ramadhan.
3)      Bulan ramadhan adalah bulan terjadinya perang badar yang menjadi kesuksesan kaum muslimin
4)      Bulan terjadinya fathul mekahyakni penaklukan kota mekah dari kaum muslimin.
C.       Penjelasan klasifikasi materi fiqih
1.      Kelas III semester I
          Klasifikasi materi fiqih kelas III semester satu adalah : mengenal shalat rawatib dan ketentuannya, mengenal ketentuan shalat jum’at serta syarat dan rukunnya.
2.      Kelas III semester II
          Klasifikasi materi fiqih kelas III semester dua adalah : menjelaskan keentuan puasa, macam, syarat dan rukun puasa. Amalan di bulan ramdhan dan ketentuan shalat tarawih dan witir, serta keutamaan bulan ramadlan.

E.    Klasifikasi Materi Fiqih Kelas Empat
A.       Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Materi Fiqih Kelas IV Semester I
1.      Mengetahui ketentuan zakat
a.    Menjelaskan macam-macam zakat
1)      Zakat fitrah
Zakat fitrah adalah zakat jiwa, yaitu berupa makanan pokok guna menyucikan diri.
Orang yang berkewajiban membayar zakat fitrah :
a)      Beragama islam
b)      Orang yang sewaktu matahari terbenam pada hari penghabisan bulan ramadhan
c)      Orang yang mempunyai kelebihan harta dari keperluan makan untuk dirinya sendiri dan yang wajib dinafkahinya.
2)      Zakat mal
Zakat mal adalah zakat berupa benda.
Syarat orang yang diwajibkan mengeluarkan zakat mal :
a)      Beragama islam
b)      merdeka
c)      Milik yang sempurna
d)     Sudah sampai nisab
e)      Sudah dimiliki selama satu tahun.
b.      Menjelaskan ketentuan zakat fitrah
        Waktu zakat fitrah adalah sebelum salat idul fitri dan besar zakat fitrah adalah 2,5kg atau 3,5 l bahan makanan pokok untuk setiap jiwa.
c.       Mempraktikkan tata cara zakat fitrah
2.      Mengenal ketentuan Infaq dan Sedekah
a.       Menjelaskan ketentuan infak dan sedekah
1)      Infak dalam bahasa berarti membelanjakan, dalam  istilah adalah mengeluarkan, memberikan, atau membelanjakan sebagian dari harta yang dimiliki untuk kepentingan social dan keagamaan dalam waktu yang tidak terbatas.
2)      Sedekah yaitu memberikan dengan tulus ikhlas segala sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain atau lembaga-lembaga masyarakat agar dimanfaatkan dengan baik. Ibadah sedekah hukumnya sunah.
b.      Mempraktikkan tata cara Infak dan Sedekah
B.     Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas IV Semester II.
1.      Mengenal ketentuan shalat Id
a.       Menjelaskan macam-macam salat Id
1)      Idul fitri : kembali menjadi suci
2)      Idul adha : kembali berkurban.
b.      Menjelaskan ketentuan salat Id
      Salat idul fitridilaksanakan pada tanggal 1 syawal. Salat idul adha dilaksanakan pada tanggal 10 zulhijjah.
c.       Mendemonstrasikan tata cara salat Id
      Kaifiat ( cara ) salat idul fitri dan idul adha adalah
1)      Tidak memakai azan dan iqamah
2)      Menghadap kiblat
3)      Berniat mengerjakan salat idul fitri dalam hati
4)      Mengerjakan salat idul fitri sebanyak dua rakaat dilakukan dengan berjamaah
5)      Pada rakaat pertama disunahkan takbir tujuh kali, sedangkan pada rakaat kedua disunnahkan takbir lima kali.
6)      Mengangkat kedua tangan setinggi bahu pada tiap-tiap takbir.
7)      Imam menyaringkan bacaan salatnya
8)      Sesudah salat idul fitri dibacakan khotbah
9)    Khotbah salat idul fitri diawali dengan takbir.
C.     Penjelasan klasifikasi materi fiqih
1.      Kelas IV semester I
              Klasifikasi materi fiqih kelas IV semester satu adalah : menjelaskan macam zakat, syarat dan ketetntuannya, menjelaskan tentang infaq dan sedekah.
2.      Kelas IV semester II
              Klasifikasi materi fiqih kelas IV semester dua adalah : mengenal macam shalat id dan menjelaskan kaifiat shalat id.

F.     Klasifikasi Materi Fiqih Kelas Lima
A.  Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar,cdan Materi Fiqih Kelas V Semester I
1.    Mengenal ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram.
a.         Menjelaskan ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram
1)                 Makanan dan minuman yang dihalalkan oleh agama islam
a)    Semua makanan yang disebut sebagai rizeki yang halal
b)   Semua makanan yang berasal dari laut (ikan)
c)    Semua binatang ternak, kecuali seperti babi dan anjing.
d)   Hasil buruan yang ditangkap binatang yang telah dididik untuk berburu.
e)    Berbagai macam jenis madu
f)    Segala jenis minuman yang terbuat dari bahan yang halal.
2)                  Makanan dan minuman yang haram antara lain sebagai berikut:
a)      Bangkai binatang
b)      Makanan yang buruk, menjijikkan atau najis,
c)      Makanan yang memabukkan
d)     Babi
e)      Binatang yang disembelih tidak menyebut nama allah swt.
f)       Benda yang membahayakan
b.      Menjelaskan binatang yang halal dan haram dagingnya.
a.         Binatang yang halal dimakan adalah :
1)                             Binatang ternak
2)                             Jenis binatang yang hidup diair, kecuali yang beracun
3)                             Bangkai ikan dan belalang
b.        Binatang yang haram diantaranya adalah :
1)        Binatang yang karena kita diperintah untuk membunuhnya binatang yang karena dilarang membunuhnya
2)        Binatang yang bertaring dan berkuku tajam
3)        Binatang yang menjijikkan
c.    Menjelaskan manfaat makanan dan minuman yang halal.
a.         Terhindar dari murka allah swt
b.        Tubuh kita akan selalu sehat
c.         Akan menghasilkan hati dan pikiran yang bersih
d.        Akan diberi rizki yang halal dan dilipat gandakan oleh allah swt.
d.      Menjelaskan akibat makanan dan minuman yang haram.
a.         Akan mendapatkan murka dan azab dari allah swt
b.        Tidak ada keberkahan dalam dirinya
c.         Akan membentuk sifat-sifat
d.        Susah menerima ilmu kebenaran
e.         Badan tidak sehat

B.     Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas V Semester II
1.      Mengenal ketentuan kurban
a.       Menjelaskan ketentuan kurban
1)      Pengertian
             Secara bahasa, kurban berasal dari bahasa arab, yang artinya mendekatkan.menurut istilah kurban adalah menyembelih binatang kurban ( unta, kambing atau sapi) yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah
2)      Hukum berkurban adalah sunnah muakkadah
3)      Waktu pelaksaannya adalah tanggal 10, 11,12 dan 13 dzulhijjah )
4)      Syarat-syarat hewan kurban:
a)        Hewan kurban telah mencapai umur
b)        Hewan kurban tidak sakit dan kurus
c)        Hewan kurban tidak tidak cacat
5)      Mendemonstrasikan tata cara kurban
             Ada yang perlu diperhatikan ketika kita hendak menyembelih hewan kurban, antara lain sebagai berikut :
a)        Pastikan bahwa alat penyembelih harus benar-benar tajam
b)        Menghadap kiblat
c)        Hewan disembelih pada lehernya
d)       Hewan disembelih setelah membaca basmalah dan takbir.
e)        Hewan disembelih dengan satu kali potongan
2.      Mengenal tata cara haji
a.       Menjelaskan tata cara haji
1)      Cara melaksanakan haji
a)      Haji tamatuk
b)      Haji ifrad
c)      Haji qiran
2)      Syarat wajib haji
a)      Islam
b)      Berakal
c)      Baligh
d)     Merdeka
e)      Mampu
f)       Dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan
b.      Mendemonstrasikan tata cara haji
Urutan pelaksanaan ibadah haji :
1)   Berpakaian ihram
2)   Niat haji dari miqat
3)   Wukuf diarafah
4)   Mabit di muzdalifah
5)   Bermalam dimina
6)   Tawaf
7)   Sa’i
8)   Tahallul
C.     Penjelasan klasifikasi materi fiqih
1.    Kelas V semester I
                        Klasifikasi Materi fiqih kelas V semester satu adalah : menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram, menjelaskan binatang yang halal dan yang haram, menjelaskan manfaat makanan halal, dan menjelaskan akibat makanan haram.
2.    Kelas V semester II
                        Klasifikasi materi fiqih kelas V semester dua adalah : menjelaskan ketentuan qurban, waktu pelaksanaannya dan tata caranya. Menjelaskan tentang cara, syarat, dan pelaksanaan haji.

G.   Klasifikasi Materi Fiqih Kelas VI
A.    Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas VI Semerster I
1.      Mengenal tata cara mandi wajib
a.         Menjelaskan ketentuan tentang mandi wajib setelah haid
1)   Pengertian haid
             Menurut bahasa haid berarti sesuatu yang mengalir. Sedangkan menurut istilah syara’yaitu darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab atau penyakit dan keluar pada waktu tertentu (memiliki siklus).
2)      Hal-hal yang dilarang bagi perempuan haid
a)      Mengerjakan salat.
b)      Puasa.
c)      Tawaf
d)     Menyentuh mushaf dan membaca al qur’an.
e)      Masuk masjid dan tinggal didalamnya (berdiam diri)
3)      Tata cara mandi setelah haid
a)        Niat
b)        Menyiram air keseluruh tubuh sampai merata
c)        Mengalirkan air ke jari-jari dan rambut
4)      Sunah mandi yaitu :
a)        Membaca basmalah bersamaan dengan niat mandi
b)        Membersihkan kedua telapak tangan
c)        Menhilangkan  kotoraan yang menghalangi air sampai kekulit
d)       Membersihkan kemaluan atau istinja’
e)        Berwudu
f)         Mendahulukan anggota badan yang kanan
2.      Mengenal ketentuan khitan
a.       Menjelaskan ketentuan khitan
     Khitan menurut bahasa berarti memotong sebagian anggota badan tertentu, yakni pada ujung kemaluan laki-laki. Adapun khitan untuk perempuan adalah memotong kulit yang berada diujung kemaluanya. Khitan bagi laki-laki hukumnya wajib dilakukan yang sebelum balig.
b.      Menjelaskan hikmah khitan
1)    Menjaga kebersihan
2)    Mencegah  penyakit kelamin
B.     Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Fiqih Kelas VI Semester II
1.      Mengenal ketentuan jual beli dan pinjam meminjam
a.       Menjelaskan tata cara jual beli dan pinjam meminjam
1)      Jual beli
                        Adalah pertukaran harta dengan harta lain yang bermanfaat dengan jalan saling merelakan atau memindahkan hak milik dengan penggantinya melalui cara-cara yang dibolehkan islam.
a)        Rukun jual beli adalah :
1)                 Penjual
2)                 Pembeli
3)                 Ada barang yang dijual
4)                 Bahasa akad
5)                 Kerelaan kedua belah pihak
b)        Syarat-syarat sah jual beli :
1)     Syarat penjual dan pembeli
2)     Jual beli dilakukan oleh orang yang berakal agar tidak tertipu
3)     Jual beli dilakukan atas kemauan sendiri
4)     Penjual dan pembeli sudah balig
5)     Syarat uang dan barang yang diperjual belikan
6)     Keadaan suci atau dapat disucikan
7)     Barangnya bermanfaat
8)     Halal
9)     Milik si penjual
c)        Jual beli yang diperbolehkan dan yang dilarang
1)        Jual beli yang diperbolehkan
             Yaitu apabila kegiatan jual beli tersebut sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan didalam ajaran islam.
2)                             Jual beli yang dilarang
a)    Jual beli yang tidak sah karena kurang syarat atau rukunnya.
b)   Jual beli sah tapi terlarang.
2)      Pinjam meminjam
             Pinjam meminjam disebut juga ariyah, yaitu meminjam suatu barang kepada orang lain untuk digunakan dan diambil manfaatnya, dengan perjanjian akan mengembalikan barang tersebut dalam keadaan utuhpada waktu yang tepat dan tidak membayar
a)     Rukun pinjam meminjam:
1)   Seseorang yang meminjam
2)   Peminjam
3)   Barang yang dipinjamkan
4)   Ijab Kabul
b.      Syarat-syarat pinjam meminjam:
1)   Orang yang meminjamkan, syaratnya : balig, berakal sehat, tidak mubazir, tidak dipaksa.
2)   Orang yang meminjam, syaratnya : balig, berakal sehat, dan tidak mubazir.
3)   Barang yang dipinjamkan, syaratnya : ada manfaatnya,
4)  Ijab kabul, syaratnya : jelas, mudah dimengerti, dan muwalah atau bersambung
      b. Mempraktikkan tata cara jual beli dan pinjam meminjam
C.     Penjelasan klasifikasi materi fiqih
1.        Kelas VI semester I
          Klasifikasi materi fiqih kelas enam semester satu adalah :menjelaskan tentang mandi wajib setelah haid, syarat dan sunnahnya. Mengenal ketentuan khitan dan hikmahnya.
2.        Kelas VI semester II
          Klasifikasi materi fiqih kelas enam semester dua adalah : mengenal ketentuan pinjam meminjam dan syarat ketentuannya. Menjelaskan tata cara jual beli beserta rukkun dan syaratnya













BAB III
ANALISIS
                   Setelah membahas landasan teori diatas tentang telaah klasifikasi materi fiqih Madrasah Ibtidaiyah, kami mencoba menganalisis dari aspek psikologis, aspek social, dan aspek filsafat.
a.       Aspek psikologis
          Berdasarkan klasifikasi materi fiqih Madrasah Ibtidaiyah yang berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, secara psikologis diharapkan peserta didik mampu memahami dengan mudah materi-materi fiqih. Karena telah disesuaikan berdasarkan urutan-urutan materi fiqih yang berdasarkan usia dan kemampuan cara berfikir peserta didik.
b.      Aspek social
          Materi fiqih di tinjau dari aspek social maka tidak lepas dari aspek tujuan pembelajaran, yaitu membentuk kemampuan peserta didik baik kemampuan spiritual maupun social. Berdasarkan aspek social berdasarkan, klasifikasi materi-materi fiqih di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, peserta didik diharapakan tidak hanya mampu menguasai secara teori tetapi diharapkan juga mampu mempraktekkan materi-materi fiqih yang telah diajarkan disekolah dalam kehidupan sehari-hari.
c.       Aspek filasafat
          Materi fiqh ditinjau dari aspek filsafat, pegelompokan atau pengkasifikasian materi fiqih di tingkat madrasah ibtidaiyah yang berdasarkan standar kompetensi daan kompetensi dasar yang telah disesuaikan juga berdasrakan usia serta pola piker peserta didik, diharapkan materi-materi tersebut dapat dikuasai oleh peserta didik dengan baik sesuai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
d.      Aspek materi
         Menurut analisis kami materi fiqih di tingkat madrasah ibtidaiyah sangatlah padat. Dan dengan waktu pembelajaran yang sedikit secara teoritis guru mampu memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tapi untuk praktiknya menurut kami tidak mungkin semua materi pelajaran bisa di praktekkan dalam pembelajaran. Untuk itulah peran orang tua dan keluarga serta pendidikan non formal sangatlah menunjang peserta didik untuk lebih mampu mempraktekkan materi-materi fiqih dalam kehidupan sehari-hari.
e.       Aspek metode dan tekhnik
            Menurut analisis kami dan berdasarkan materi pelajaran fiqih, metode yang sesuai dengan materi fiqih adalah metode ceramah karena menyesuaikan dengan tingkat kemampuan pemahaman peserta didik. Selanjutnya adalah metode praktik, karena materi fiqih madrasah ibtidaiyah memapaarkan tentang tata cara sholat fardlu, shalat jum’at, shalat idain, tata cara wudlu, adzan, zakat, dan haji. Materi-materi tersebut akan lebih maksimal bila penerapaannya menggunakan metode praktik. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam buku panduan materi fiqih mulai kelas satu sampai kelas enam adalah ilustrasi gambar, dimaksudkan agar peserta didik dapat dan dengan mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru atau pendidik dan agar pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik.




















BAB IV
PENUTUP
A.  Kesimpulan
        Dari telaah klasifikasi materi fiqih madrasah ibtidaiyah dapat disimpulkan bahwa semua materi yang diberikan kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah dari kelas satu sampai kelas enam adalah sesuai dengan kebutuhan dan usia serta pola pikir peserta didik. Pemberian materi yang bertahap dari yang dasar sampai yang kompleks, sangatlah membantu siswa dalam memahami dan mencerna setiap materi yang telah diberikan oleh pendidik.
      Dikelas 1 siswa diberikan materi mengenai rukun islam, syahadat, taharah, adab hidup bersih, wudhu dan salat fardu. Yang mana materi-materi tersebut adalah materi dasar pengenalan tentang ibadah kepada Allah.
      Dikelas II, siswa diberikan materi ketentuan salat fardhu, azan dan iqamah, salat berjamaah, zikir dan do’a setelah salat. Materi tersebut merupakan materi lanjutan dari materipada kelas 1 yang dapat menjelaskan lebih lanjut tentang ibadah kepada Allah.
      Dikelas III, materi yang diberikan yaitu salat sunnah rawatib, salat jum’at, puasa ramadhan dan salat bagi orang yang sakit. Materi yang diberikan sudah sesuai dengan usia mereka. Yang mana diusia ini mereka masih sangat membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mengenai materi-materi tersebut.
      Dikelas IV materinya meliputi zakat, infaq dan sedekah serta salat idain. Materi-materi ini mengajarkan siswa tentang ibadah yang sifatnya sunnah.
      Dikelas V, yaitu ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram, binatang yang haram dan halal dimakan, kurban dan tata cara ibadah haji.
      Dikelas VI, materi yang diberikan meliputi mandi setelah haid, khitan, jual beli, pinjam meminjam.
      Dari semua materi yang diberikan mulai kelas 1-6 berdasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditetapkan, sehingga diharapkan dari materi-materi tersebut siswa dapat memahami dan mempelajarinya, serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

B.       Saran dan Harapan
       Agar Klasifikasi materi fiqih tingkat satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah baik dan mudah di pahami, materi-materi yang disampaikan dalam pembelajaran disesuaikan dengan urutan-urutan serta tahapan-tahapan fiqih secara berurutan mulai dari yang dasar agar peserta didik mudah dalam memahami pelajaran serta uruutan-urutan materi fiqih
       Bagi guru pengampu diharapakan dengan adanya pengklasifikasian materi fiqih, lebih memudahkan penyampaian materi dalam proses belajar mengajar. Dan diharapakan pendidik dapat mrenyampaiakan sesuai dengan materi yang telah diklasifikasikan dalam buku pelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Bina Karya Guru, Bina Fikih 1, Jakarta : Erlangga, 2009
Bina fikih 2, Jakarta : Erlangga, 2009
Bina fikih 3, Jakarta : Erlangga, 2009
Tanwir Hadi, Anis, Pengantar Fiqih 4, Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2008
  Pengantar Fiqih 5, Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2008
  Pengantar Fiqih 6, Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2008
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2007
http://forum.dudung.net/index.php?topic=399.0



[1] Departemen pendidikan nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 2007), hlm 1160
[2] Ibid. hlm 574
[3] Ibid. hlm 723
[4] http://forum.dudung.net/index.php?topic=399.0

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar