Jumat, 25 November 2011

ayat tentang pendidikan keluarga


MAKALAH
AYAT TENTANG PENDIDIKAN KELUARGA
Di ajukan guna memenuhi tugas Tafsir 2
Fakultas Tarbiyah Semester 4B
Dosen Pengampu :
H. Nurrochman Fz. B. Ed. M. Ag



INISNU.jpg
 







Disusun Oleh :
Nama     : Miftakhul Ulum
NIM         : 229081




FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA’ (INISNU)
JEPARA
2010/2011
AYAT TENTANG PENDIDIKAN KELUARGA
Surat At Tahrim Ayat 6
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#yÏ© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâsD÷sムÇÏÈ  

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”[1]
Dalam suasana peristiwa yang terjadi di rumah tangga Nabi SAW seperti yang diuraikan oleh ayat-ayat yang lalu, yaitu memberi tuntunan kepada kaum beriman bahwa : hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu antara lain dengan meneladani nabi dan peliharalah juga keluargamu yakni istri, anak-anakmu , dan seluruh yang berada di bawah tanggung jawab kamu dengan membimbing dan mendidik mereka agar kamu semua terhindar dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia kafir dan juga batu-batu antara lain yang dijadikan berhala.
Ayat diatas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidkan harus bermula dari rumah. Ayat diatas meskipun tertuju pada kaum pria (ayah), tetapi itu bukan hanya kepada mereka. Ayat ini tertuju pada perempuan dan laki-laki (ayah dan ibu) sebagaimana ayat-ayat serupa (misalnya ayat yang memerintahkan berpuasa) yang juga tertuju pada laki-laki dan perempuan ini berarti kedua orang tua bertannggung jawab terhadap anak-anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggung jawab terhadap kelakuannya.[2]
Menurut ayat diatas pendidikan keuarga sangatlah penting karena keluarga merupakan pendidikan dasar bagi anak, para ahli didik umumnya menyatakan bahwa keluarga adalah merupakan pendidikan utama dan pertama. Dikatakan demikian karena di lembag inilah anak mendapatkan untuk pertama kalinya. Di samping itu, pendidikan di sini mempunyai pengaruh yang dalam  terhadap kelangsungan kehidupan anak di kemudian hari.
Pada tahun-tahun pertama, orang tua memegang peranan utama dan memikul tanggung jawab terhadap pendidikan anak. Pada masa ini pemeliharaan dan pembiasaan sangatlah penting dalam melaksanakan pendidikan. Hal ini juga sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Hakim yang berbunyi :

ﺤﻖﺍﻠﻭﺍﻠﺪﻋﻠﻰﺍﻠﻭﻠﺪﺍﻦﻴﺤﺴﻦﺍﺴﻤﻌﻪﻭﺍﺪﺒﻪﻭﺍﻦﻴﻌﻠﻤﻪﺍﻠﻜﺘﺎﺑﻪ
ﻭﺍﻠﺒﺎﺤﺔﻭﺍﻠﺭﻤﺎﻴﺔﻭﺍﻥﻻﻴﺭﺰﻘﻪﺍﻻﻄﻴﺒﺎﻭﺍﻥﻴﺰﻭﺠﻪﺍﺬﺍﺃﺪﺭﻙ                                                                                                                 
“Kewajiban orang tua kepada anaknya adalah memberi nama yang baik, mendidik sopan santun, dan mengajari tulis menulis, renang,, memanah, memberi makanan yang baik, serta mengawinkannya apabila ia telah mencapai dewasa”HR. Hakim .[3]

Dari keterangan hadist di atas, pendidikan sopan santun, membaca dan menulis, makan, minum, berpakaian, dan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya orang tua berkewajiban untuk mendidik dan mengembangkan dalam pendidikan keluarga.
Menurut Al Ghazali, bahwa anak adalah amanah Allah SWT  dan harus di jaga dan dididik untuk mencapai keutamaan dalam  hidup dan mendekatkan diri kepada Allah. Semua bayi yang dilahirkan kedunia ini, bagaikan sebuah mutiara yang belum diukur dan belum berbentuk tapi amat bernila tinggi. Maka kedua orang tuanyalah yang akan mengukir dan membentuknya menjadi mutiara yang brkualitas tinggi dan disenangi semua orang.[4]
Jadi pendidikan keluarga adalah pendidikan yang utama dan yang pertama yang sangat dominan dalam membentuk karakter anak. Karakter dan tingkah laku anak akan menjadi baik dimana ketika di dalam keluarga ia mendapat pendidikan dari orang tua yang mendidik penuh dengan kasih sayang, mendapatkan perhatian dalam segala hal. Dan karakter dan tingkah laku anak akan kelihatan jelek apabila ia mendapat pendidikan yang kurang baik dan kurangnya kasih sayang dari  orang tua.


[1] Al Qur’an dan Terjemah, (Jakarta : CV Toha Putera, 1989)hlm 951
[2] M. Quraisy Shihab, Tafsir Al Misbah, (Jakarta : Lentera Hati, 2002), hlm 326
[3] Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung : Pustaka Setia, 2005), hlm. 87
[4] H.M Arifin dan Rasyad Amiruddin, Materi Pokok Dasar-Dasar Kependidikan, Ditjen Bimbingan Islam dan UT, 1991, hlm 222

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar