Minggu, 27 November 2011

parasit pada manusia dan hewan


INISIASI PARASITOLOGY
TREMATODA DAN CESTODA YANG HIDUP PARASIT PADA DARAH/JARINGAN MANUSIA DAN HEWAN
A. TREMATODA HATI
Cacing ini merupakan parasit mamalia yang makan ikan dan parasit pada manusia di Jepang, RRC, Korsel, Taiwan , dan Vietnam. Macam-macam spesies Trematoda yang menginfeksi gari manusia dan hewan yattu: Familia Opisthrochidae; Clonorchis sinensis, Opistorchis felineus, O. viverini, dan Familia Fasciolidae; Fasciola hepatica dan Fasciola gigantic.
B. TREMATODA PARU-PARU
1. Penyebaran
Trematoda yang hidup dalam paru-paru manusia dan mamalia. Cacing ini ditemukan di daerah Timur Jauh. Daerah endemic utama adalah Jepang, Korsel, Muangthai, Taiwan, Tiongkok, dan Filipina. 
2. Morfologi dan Siklus Hidup Paragonimus westermani.
Cacing ini merupakan cacing daun yang berwarna merah coklat, bentuknya tebal, seperti biji kopi. Ukurannya 8-16 mm panjang dan 4-8 mm lebarnya. Hospes perantara I cacing ini adalah keong dari genus Hua, sedangkan hospes perantara II adalah dari ketam air tawar dan udang.
3. Patologi dan Gejala Klinis
Di dalam paru-paru P. westermani menyebabkan timbulnya reaksi haringan yang nyata yaitu dengan infiltrasi leukosit eosinofil neutrofil. Gejala klinis tergantung dari jumlah cacing dalam tubuh hospes definitive. Ketika kista pecah timbul batuk-batuk disertai meningkatnya produksi sputum yang kental dengan bercak-bercak darah dan nyeri dada.
4. Diagnosis
Gejala paru-paru, sputum berbercak darah di daerah endemic mengarahkan ke paragonimiasis. Diperkuat dengan menemukan bentuk telur dalam sputum atau dalam tinja penderita.
5. Epidemiologi, Pencegahan, dan Pengobatan
Di daerah Timur Jauh dan Afrika, anjing dan kucing merupakan hospes reservoir. Pencegahan: pendidikan kesehatan masyarakat, peringatan akan bahayanya makan ketam secara mentah dan membersihkan tangan/jari setelah menyiapkan udang/ketam yang akan dimasak. Pengobatan dapat diberikan bithionol.
C. TREMATODA PEMBULUH DARAH
1. Morfologi dan Siklus Hidup
Cacing ini berbeda dengan Trematoda yang lain karena bentukna yang khas, yaitu kecil memanjang dengan jenis kelamin terpisah. Terdapat 3 spesies trematoda darah ini, yaitu Schistosoma japonicum, S. haematobium, dan S. mansoni.
Schistosomiasis pada manusia dibagi dalam 2 stadium, yaitu:
a. Perkembangan: mulai saat serkaria menembus kulit sampai menjadi cacing dewasa.
b. Pengeluaran telur secara aktif oleh cacing dewasa.
c. Proliferasi dan perbaikan.
2. Diagnosis
Di daerah endemic penyakit shistosomiasis dapat diduga stadium perkembangan dengan timbulnya gejala bercak merah pada kulit, gejala toksik, alergi, kelainan hepar, dan paru-paru. Dapat pula dilakukan pemeriksaan serologis dengan berbagai cara.
3. Epidemiologi, Pencegahan, dan Pengobatan
Infeksi S. japonicum banyak terjadi di Timur Jauh, Cina, Indonesia, Jepang, dan Filipina. Infeksi S. haemoatobium terjadi di Afrika, Asia kecil, Cyprus, dan pulau-pulau di pantai Timur afrika, Portugal Selatan, dan India. Infeksi S. mansoni terjadi di Afrika Barat dan Tengah, Mesir, Malagasi, dan Jasirah Arab.
Pemberantasan skistosomiasis dilakukan dengan perbaikan irigasi, penggunaan moluskisida untuk mengurangi populasi keong sehingga menghalangi terjadinya penularan. Pengobatan: pemberian kalium/natrium ammonium tartrat secara intravena dalam dosis maksimum dan teratur.
D. LARVA CESTODA EKTRAINTESTINAL PADA MANUSIA
1. Kista Hidatid Echinococcus granulosus
Cacing dewasa hidup di dalam udud muda anjing, serigala, anjing ajag, jarang pada kucing dan pada carnivore lainnya.
NEMATODA DARAH/JARINGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN
A. NEMATODA DARAH
Morfologi dan Siklus Hidup
Nematode ini sebetulnya cacing dewasanya, hidup di saluran/pembuluh limfe, namun larvanya disebut microfilaria ditemukan dalam peredaran darah tepi manusia dan hewan.
Terdapat 3 jenis cacing filarial yang penting yang terdapat di Indonesia, yaitu:
1. Wuchereria bancrofi
2. Brugia malayi
3. Brugia timori
B. NEMATODA JARINGAN
Menurut Garcia & Buckner (1996), yang dimaksud dengan Nematoda Jaringan adalah beberapa spesies cacing Nematoda yang sebetulnya habitatnya dalam usus hewan/manusia, namun yang menyebabkan penyakit adalah bentuk larvanya yang dalam siklus hidupnya dapat berada dalam jaringan, seperti otot, organ dalam dari manusia. Contoh Nematoda tersebut yaitu:
1. Trichinrlla spiralis
2. Toxocara canis & Tococara cati
3. Ancylostoma brazilliense & Ancylostoma caninum
Last modified: Tuesday, 29 March 2011, 10:46 AM

INISIASI
MIKROBIOLOGI
Jika bioteknologi disefinisikan sebagai teknologi pemanfaatan organisme atau produk organisme yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa, berarti bioteknologi bukanlah hal yang baru dalam peradaban manusia. Bioteknologi telah dilakukan sejak zaman prasesarah untuk menghasilkan minuman beralkohol dan makanan hasil fermentasi.
Perkembangan yang pesat dibidang biologi molekuler dan biologi seluler dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, sepenuhnya menjadi dasar ilmiah utama untuk perkembangan tehnologi mutakhir. 
Penemuan teknik rekayasa genetika melalui teknologi rekombinan ADN, bertanggung jawab atas terjadinya perkembangan bioteknologi yang sedemikian pesat pada saat sekarang. Teknik ini tidak hanya memberikan harapan kepada penyempurnaan proses dan produk saat ini, tetapi diharapkan pula mampu mengembangkan produk baru yang sebelumnya tidak mungkin dibuat.
Intisari rekayasa genetika adalah menentukan gen yang mengekspresikan sifat tertentu, kemudian memisahkannya dan memasukkannya ke dalam sel inang asli atau organisme lain. hal ini merupakan mutasi yang direkayasa manusia. 
Dengan bioteknologi, hubungan manusia dengan mikroorganisme memasuki fase baru, beberapa mikroba telah dimanfaatkan secara positif dalam pemrosesan bahan, menghasilkan produk yang lebih baik, pengobatan penyalit, dasn lain sebagainya. Proses-proses yang secara konvensional sulit dilaksanakan, memakan waktu dan biaya yang tinggi, kini dipermudah dan dipermurah.
                        Sampai di sini dulu perjumpaan kita kali ini, untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang rekayasa genetika.Selamat Belajar semoga Anda Berhasil!
Last modified: Friday, 5 November 2010, 11:01 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar