Jumat, 25 November 2011

makalah telaah penjelasan materi fiqih MI


BAB I
PENDAHULUAN
            Pendidikan fiqih merupakan salah satu pendidikan agama islam yang diterapkan dalam institusi pendidikan sebagai sarana mewujudkan tujuan pendidikan, membentuk manusia yang mengerti akan syari’at agama islam.
            Pendidikan fiqih selama ini telah diterapkan lewat pendidikan agama islam. Sesuai dengan peraturan Menteri Agama Republik Indonesia NO 2 tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi pendidikan agama islam di Madrasah Ibtidaiyah, maka kurikulum pendidikan fiqih di Madrasah Ibtidaiyah harus sesuai dengan standar kompetensi yang ditentukan dimana pendidikan fiqih diharapkan mampu menciptakan individu yang tahu akan syari’at agama islam,serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
            Dalam standar isi di MI, materi fiqih adalah salah satu bagian dari mata pelajaran pendidikan agama islamyang distandarisasi. Didalamnya dapat ditemukan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Secara kronologis, sebagai awal acuan standar isi materi fiqih itu sendiri pada dasarnya terdapat dalam permendiknas NO 22 tahun 2006, peraturan menteri pendidikan nasional tersebut mengungkapkan bahwa satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah salah satunya berkewajiban dan berhak untuk mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
            Berikut akan kami jelaskan telaah pelajaran fiqih madrasah ibtidaiyah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan agama islam dalam hal ini adalah materi fiqih madrasah ibtidaiyah kelas satu sampai kelas enam.




BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Penegasan Judul.
Penjelasan telaah materi fiqih Madrasah ibtidaiyah kelas satu sampai kelas enam. Menurut kamus bahasa Indonesia kontemporer, kata penjelasan ialah mengartikan atau menjelaskan dengan terperinci dan jelas. Sedangkan telaah memilki arti penyelidikan, pemeriksaan dan penelitian, dan materi memiliki arti segala yang dibahas dalam materi fiqih.
Dalam kesatuan arti penjelasan telaah materi fiqih adalah menjelaskan dengan jelas mengenai penyelidikan, pemeriksaan, penelitian tentang materi fiqih. Dan disini yang akan menjadi kajian adalah materi fiqih yang dijadikan acuan dan dilaksanakan pada proses pembelajaran pada tingkat madrasah ibtidaiyah.
Madrasah Ibtidaiyah atau selalu disingkat MI adalah lembaga pendidikan islam formal yang setingkat dengan sekolah dasar (SD). Madrasah ibtidaiyah merupakan sekolah yang berisi khas agama islam yang menyelenggarakan program pembelajaran enam tahun dari kelas 1-6 sebagai sekolah paling dasar. Ciri lain adalah mata pelajaran keislaman sebagai dasar pembelajaran di Madrasah ibtidaiyah sekurang-kurangnya 30% dari pelajaran umum yang diberikan 70% dari muatan kurikulumnya.
Dengan demikian, yang dimaksud judul makalah ini adalah Penjelasan Telaah Materi Fiqih Madrasah Ibtidaiyah Kelas 1-6 yang artinya menjelaskan dengan jelas mengenai penyelidikan, pemeriksaan dan penelitian tentang materi fiqih di Madrasah Ibtidaiyah kelas satu sampai kelas enam.
B.     Penjelasan Materi Fiqih.
1.      Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 1 semester I.
a.       Mengenal lima rukun islam.
1.      Menyebutkan lima rukun islam.
a.       Rukun islam ada lima, yaitu:
1.      Membaca syahadat
2.      Shalat
3.      Membayar zakat
4.      Puasa ramadhan
5.      Haji jika mampu
b.      Menghafalkan syahadatain dan artinya.
اشهد ان لا اله الا الله
واشهد ان محمد رسول الله
“aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah”
“dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah”
2.      Mengenal tata cara bersuci dari najis.
a.       Menjelaskan pengertian bersuci dari najis.
Thaharah artinya bersuci, bersuci dari hadas dan najis.
Hadas adalah keadaan tidak suci yang menyebabkan seorang mukmin tidak boleh salat.
Najis adalah kotoran.
Jadi taharah artinya membersihkan badan, pakaian dan tempat dari segala kotoran, najis dan hadas.
1.      Membersihkan najis yaitu dengan mencuci yang terkena najis.
2.      Membersihkan hadas yaitu berwudlu dan mandi.
3.      Membersihkan tempat yaitu menyapu dan mengepel.
Najis ada tiga macam :
1.      Najis ringan, seperti air kencing bayi laki-laki yang masih menyusu dan belum makan apa-apa.
2.      Najis sedang, seperti darah, kotoran hewan dan muntah.bersihkan dengan air yang suci sampai hilang rasanya, warnanya dan bahunya.
3.      Najis berat, seperti air liur anjing. Bersihkan dengan air yang suci sebanyak tujuh kali sampai bersih betul dan salah satunya dicampur tanah.
b.      Menjelaskan tata cara bersuci dari najis.
Bersuci ada tata caranya, contohnya berwudu, wudu harus dilakukan sebelum melaksanakan salat. Anggota tubuh yang harus dibersihkan ketika berwudu adalah muka, kedua tangan, sebagian kepala dan kedua kaki.
c.       Menirukan tata cara mensucikan najis.
Anak-anak dapat menirukan tata cara menyucikan najis dengan misalnya memlihara kebersihan lingkungan, badan dan pakaian.
3.      Mengenal tata cara bersusi dari najis.
a.       Membiasakan hidup suci dan bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Agama islam mengajarkan kebersihan, tanda menjaga kebersihan dengan melaksanakan adab buang air besar dan kecil, yaitu :
1.      Ketika masuk WC dahulukan kaki kiri sambil membaca do’a :
اللهم اني اعودبك من الحبث والخبائث
2.      Dan ketika keluar dahulukan kaki kanan sambil membaca do’a :
الحمد لله الذي اذهب عني الاذي وعا فاني
2.      Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 1 semester II.
a.       Mengenal tata cara wudu.
1.      Menjelaskan tata cara wudu.
a.       Rukun wudu ada enam, yaitu :
1.      Niat
2.      Membasuh muka
3.      Membasuh kedua tangan sampai siku
4.      Menyapu kepala
5.      Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
6.      Tertib atau berurutan
b.      Sunah wudu, yaitu :
1.      Membaca basmalah
2.      Mencuci kedua telapak tangan
3.      Berkumur-kumur
4.      Memasukkan air kedalam lubang hidung dan mengeluarkannya.
5.      Membersihkan cela-cela jari tangan dan kaki
6.      Mendahulukan dari yang kanan dari yang kiri
7.      Membasuk tiga kali
8.      Menyapu kedua telinga
9.      Berdo’a ketika selesai wudu
c.       Hal yang membatalkan wudu :
Buang air besar, buang air kecil, kentut, gila, mabuk, tidur
d.      Mempraktikkan tata cara wudu
2.      Menghafal do’a setelah wudu
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم اجعلني من
التوابين واجعلني من المتطهرين
b.      Mengenal tata cara salat fardu
1.      Menyebutkan macam-macam salat fardu.
1.      Salat zuhur dikerjakan empat rakaat.
2.      Salat asar dikerjakan empat rakaat.
3.      Salat maghrib dikerjakan tiga rakaat.
4.      Salat isya dikerjakan empat rakaat.
5.      Salat subuh dikerjakan dua rakaat.
2.      Menirukan gerakan salat fardu
3.      Menghafal bacaan salat fardu.
a.       Berdiri menghadap kiblat sambil membaca niat salat.
b.      Takbiratul ihram sambil mengangkat dua tangan kea rah kiblat dan mengucapkan
الله اكبر
c.       Berdiri bersedekap dengan membaca do’a iftitah
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثير وسبحان الله بكرة واصيلا.اني وجهت وجهي للذي
فطر السموات ولارض حنيفا مسلما وما انا من المشركين. ان صلا تي ونسكي و
محياي و مماتي لله رب العالمين , لا شريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين
d.      Membaca surah alfatihah dilanjutkan membaca surah-surah pendek yang terdapat dalam al qur’an.
e.       Rukuk sambil membaca
سبحان ربي العظيم وبحمده   3
f.       Iktidal sambil membaca
سمع الله لمن حمده
g.      Kemudian membaca
ربنا لك الحمد ملء السموات وملء الارض وملء ما شئت من شئ بعده
h.      Sujud sambil membaca
سبحان ربي الا علي وبحمده   3
i.        Duduk tasyahud awal sambil membaca

التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله. السلام عليك ايها النبي ورحمةالله وبركاته. السلام
علينا وعلي عباد الله الصا لحين. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسولالله.
j.        Tasyahud akhir awal bacaanya sama dengan bacaan duduk tasyahud awal kemudian dilanjutkan dengan membaca
اللهم صل علي محمد وعلي ال محمد. كما صليت علي ابرهيم وعلي ال ابراهيم. وبارك
علي محمد وعلي ال محمد. كما باركت علي ابراهيم وعلي ال ابراهيم. في العلمين انك
حميد مجيد
k.      Salam dengan menoleh kekanan dan kekiri sambil membaca
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
3.      Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 2 semester I
a.       Mempraktikkan salat fardu
1.      Menjelaskan tata cara pelaksanaan salat fardu.
a.       Syarat wajib salat :
1.      Beragama islam
2.      Balig (dewasa)
3.      Berakal sehat
b.    Syarat sah salat :
1.      Suci dari hadas, baik kecil maupun besar.
2.      Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat salat dari najis.
3.      Menutup aurat, aurat laki-laki terletak antara pusar dan lutut. Sedangkan aurat wanita adalah seluruh anggota badan kecuali muka dan kedua telapak tangan.
4.      Telah masuk waktu salat.
5.      Menghadap kiblat.
c.       Rukun salat fardu:
1.      Berdiri tegak bagi yang mampu
2.      Niat mengerjakan salat
3.      Takbiratul ihram
4.      Membaca surat al fatihah pada setiap rakaat
5.      Rukuk dengan tuma’ninah
6.      Iktidal dengan tuma’ninah
7.      Sujud dua kali dengan tuma’ninah
8.      Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
9.      Duduk tasyahud dengan tuma’ninah
10.  Membaca do’a tasyahud
11.  Membaca salawat nabi pada tasyahud
12.  Membaca salam
13.  Tertib
2.      Mempraktikkan keserasian gerakan dan bacaan salat fardu
1.        Berdiri menghadap kiblat
2.        takbiratul ihram sambil mengangkat dua tangan kearah kiblat dan mengucap “Allahuakbar”
3.        berdiri bersedekap dengan membaca do’a iftitah
4.        membaca surat alfatihah dilanjutkan membaca surah-surah pendek yang terdapat dalam alqur’an.
5.      Rukuk
6.      I’tidal
7.      Sujud
8.      Duduk diantara dua sujud
9.      Duduk tasyahud awal
10.  Tasyahud akhir
11.  Salam sambil menoleh kekanan dan kiri.
b.      Mengenal azan dan iqamah
1.      Menyebutkan ketentuan azan dan iqamah
Azan berarti suara keras, ajakan, seruan atau pemberitahuan, hukumnya sunnah.
Iqamah artinya pemberitahuan salat akan dimulai. Dan ketentuan dalam iqamah antara lain :
a.       Berdiri menghadap kiblat
b.      Suci dari hadas kecil dan besar
c.       Orang yang azan sebaiknya juga yang iqamah
d.      Iqamah diucapkan sebelum salat fardu
e.       Membaca do’a sesudah iqamah
2.      Melafalkan azan dan iqamah
a.     Lafal azan :
الله اكبر, الله اكبر
الله اكبر, الله اكبر
اشهد ان لا اله الا الله    2x
اشهد ان محمدارسول الله     2x
حي علي الصلاة     2x
حي علي الفلاح     2
الله اكبر, الله اكبر
لا اله الا لله
b.      Lafal iqamah
الله اكبر , الله اكبر
اشهد ان لا اله الا الله
اشهد ان محمدا رسول لله
حي علي الصلاة
حي علي الفلاح
قدقامت الصلاة
الله اكبر , الله اكبر
لااله الا لله
3.      Mempraktikkan azan dan iqamah
4.   Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 2 semester II.
a.       Mengenal cara salat berjamaah
1.      Menjelaskan ketentuan tata cara salat berjamaah.
Salat berjamaah adalah salat yang dikerjakan secara bersama-sama.
a.       Syarat menjadi imam:
1.      Orang laki-laki mengimani orang laki-laki
2.      Orang laki-laki mengimani orang perempuan dan anak-anak
3.      Orang perempuan mengimani perempuan
4.      Orang perempuan mengimani anak-anak
5.      Anak laki-laki mengimani anak laki-laki dan perempuan
b.     Syarat menjadi makmum:
1.      Niat mengikuti imam
2.      Mengikuti imam dalam segala gerak-geriknya
3.      Imam dam makmum berada dalam satu tempat
4.      Makmum tidak boleh berdiri melebihi berdirinya imam
5.      Orang laki-laki tidak boleh mengikuti imam perempuan
6.      Tidak ada takbir yang menghalangi gerak-gerik imam
7.      Salatnya makmum harus sesuai syarat pelaksanaanya dengan salatnya imam
8.      Makmum tidak boleh mendahului imam
2.      Menirukan salat berjamaah
Pertama, imam berdiri didepan. Apabila menjadi makmum, makmum harus mengikuti semua gerakan imam dan tidak boleh mendahului gerakan salat imam.
b.      Melakukan zikir dan do’a.
1.      Melafalkan zikir setelah salat fardu
a.       Membaca istigfar
Artinya memohon ampunan kepada allah SWT atas dosa-dosa yang dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja.
Lafalnya:
استغفر الله العظيم
b.      Membaca tasbih
Artinya menyucikan allah. Lafalnya :
سبحان الله
c.      Membaca tanmid
Artinya memuji allah, lafalnya :
الحمد لله
d.      Membaca takbir
Artinya allah maha besar, lafalnya :
الله اكبر
e.       Melafalkan do,a setelah salat fardu
f.       Do’a untuk kedua orang tua
رب اغفرلي ولوالد ي ورحمهما كماربياني صغيرا
g.      Do’a untuk kebahagiaan dunia dan akhirat
ربنااتنافي الدنيا حسنة وقنا عذاب النار
5.      Standar kompetensi, kompetensi dasar,dan penjelasan materi fiqih kelas 3 semester I
a.       Mengenal salat sunah rawatib
1.      Menjelaskan ketentuan salat sunah rawatib
Salat sunah rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan beriringan dengan salat fardu, yaitu atau sebelum salat fardu.
Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu disebut salat sunah rawatib qobliyah, sedangkan salat sunah rawatib yang dikerjakan sesudah salat fardu disebut salat sunah rawatib ba’diyah.
Waktu pelaksanaan salat sunah rawatib adalah sebelum dan sesudah salat fardu.
2.      Pelaksanaan salat sunah rawatib dibagi menjadi dua :
a.       Sunah muakad yang artinya sangat dianjurkan pelaksanaanya.
b.      Sunah ghairu muakad yang artinya kurang ditekankan pelaksanaanya.
3.      Mempraktikkan tata cara salat sunah rawatib
Cara melaksanakan salat sunah rawatib sama seperti kita melaksanakan salat fardu, hanya niat dan jumlah rakaatnya yang berbeda.
b.      Mengenal salat jum’at.
1.      Mengenal ketentuan salat jum’at
Salat jum’at adalah salat dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah setelah dua khotbah pada waktu dhuhur setiap hari jum’at.
a.       Syarat wajib salat jum’at:
1.      Orang islam
2.      Laki-laki
3.      Balig
4.      Merdeka
5.      Berakal sehat
b.      Syarat sah salat jum’at :
2.      Wajib dikerjakan oleh orang-orang yang menetap disuatu kota
3.      Wajib dikerjakan berjamaah
4.      Waktunya hari jum’at, setelah masuk salat duhur
5.      Sebelum salat jum’at dibacakan khutbah
6.      Salat jum’at hamya dua rakaat
2.      Membiasakan mengikuti salat jum’at
c.       Mengenal tata cara salat bagi orang yang sakit
1.      Menjelaskan tata cara salat bagi orang yang sakit
Salat merupakan kewajiban yang harus tetap dikerjakan dalam keadaan bagaimanapun, baik pada waktu sehat maupun sakit.
Cara melaksanakannya sesuai dengan kemampuan orang yang sakit:
a.       Salat bagi orang yang tidak mampu berdiri, apabila ia tidak mampu berdiri maka ia dapat salat dengan cara duduk.
b.      Salat bagi orang yang tidak mampu duduk
Bagi orang yang tidak mampu duduk, boleh melakukan salat dengan berbaring, bila dengan cara berbaring juga tidak mampu, boleh melakukan salat dengan cara terlentang.
2.      Mendemonstrasikan cara salat dalam keadaan sakit
a.       Berwudu sebelum melakukan salat
b.      Praktikkan salat dengan duduk, berbaring atau terlentang, ingat! Selalu menghadap kearah kiblat.
c.       Berniat dan membaca takbiratul ihram
d.      Membaca do’a iftitah
e.       Membaca surat alfatihah
f.       Membaca surah pendek
g.      Rukuk sambil membaca tasbih
h.      Iktidal
i.        Sujud pertama sambil membaca tasbih
j.        Duduk antara dua sujud
k.      Sujud kedua
l.        Rakaat kedua sama seperti rakaat pertama
m.    Membaca tasyahud
n.      Setelah rakaat kedua salam
6.      Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 3 semester II
a.       Mengenal puasa ramadhan
1.      Menjelaskan ketentuan puasa ramadhan
a.       Pengertian
Puasa atau saum menurut bahasa arab artinya menahan dari segala sesuatu. Sedangkan menurut agama islam puasa berarti menahan diri dari makan dan minum, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
b.      Macam- macam puasa:
1.      Puasa wajib yaitu puasa yang wajib dikerjakan, seperti puasa ramadhan, puasa nazar.
2.      Puasa sunah yaitu puasa yang dianjurkan untuk mengerjakan, seperti puasa senin kamis.
3.      Puasa makruh yaitu puasa yang sebaiknya ditinggalkan, seperti puasa terus menerus spanjang tahun dengan tetap berbuka.
4.      Puasa haram yaitu puasa yang dilarang untuk dikerjakan, seperti puasa pada hari raya idul fitri dan idul adha.
c.       Syarat sah puasa :
1.      Beragama islam
2.      Mumayyiz yaitu dapat membedakan yang baik dan buruk.
3.      Suci dari darah haid dan nifas
4.      Dikerjakan pada waktu yang dibolehkan untuk berpuasa.
d.      Syarat wajib puasa:
1.      Beragama islam
2.      Berakal sehat
3.      Balig
4.      Kuat dan mampu melaksanakan puasa
5.      Mukim ( bukan orang yang sedang bepergian jauh )
6.      Suci dari haid dan nifas bagi perempuan
e.       Rukun puasa :
1.      Niat dimalam hari
2.      Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenam matahari
2.      Menyebutkan hikmah puasa ramadhan
a.       Mendidik manusia untuk bersifat sabar
b.      Meningkatkan ketakwaan kepada allah
c.       Menyehatkan badan
d.      Menumbuhkan rasa cinta kasih dan sayang kepada fakir miskin
e.       Puasa melindungi diri dari perkataan dan perbuatan keji dan mungkar
b.      Mengenal amalan- amalan dibulan ramadhan
1.        Menjelaskan salat tarawih dan witir
a.       Salat tarawih adalah salat sunah pada bulan ramadhan yang dilakukan setelah salat isya
b.      Salat witir artinya ganjil. Salat witir adalah salat sunah yang rakaatnya ganjil dan dilakukan pada malam hari.
2.      Menjelaskan ketentuan salat tarawih dan witir
a.       Waktu salat tarawih adalah sesudah salat isya sampai waktu fajar atau waktu salat subuh.
b.      Jumlah bilangan rakaat salat tarawih ada yang 20 rakaat ada yang 8 rakaat.
c.       Waktu salat witir adalah setelah salat tarawih sampai terbit fajar.
d.      Jumlah bilangan rakaat salat witir paling sedikit 1 rakaat dan paling banyak 11 rakaat.
3.        Menjelaskan keutamaan-keutamaan yang ada pada bulan ramadhan.
a.       Bulan ramadhan adalah bulan diturunkannya alqur’an
b.      Ditutup pintu-pintu neraka dan dibuka pintu-pintu surga bagi orang yang beramal sholeh dibulan ramadhan.
c.       Bulan ramadhan adalah bulan terjadinya perang badar yang menjadi kesuksesan kaum muslimin
d.      Bulan terjadinya fathul mekahyakni penaklukan kota mekah dari kaum muslimin.
7.      Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqi kelas 4 semester I
a.       Mengetahui ketentuan zakat
1.      Menjelaskan macam-macam zakat
a.       Zakat fitrah
Zakat fitrah adalah zakat jiwa, yaitu berupa makanan pokok guna menyucikan diri.
Orang yang berkewajiban membayar zakat fitrah :
1.      Beragama islam
2.      Orang yang sewaktu matahari terbenam pada hari penghabisan bulan ramadhan
3.      Orang yang mempunyai kelebihan harta dari keperluan makan untuk dirinya sendiri dan yang wajib dinafkahinya.
b.      Zakat mal
Zakat mal adalah zakat berupa benda.
Syarat orang yang diwajibkan mengeluarkan zakat mal :
1.      Beragama islam
2.      Dalam keadaan merdeka
3.      Milik yang sempurna
4.      Sudah sampai nisab
5.      Sudah dimiliki selama satu tahun.
2.      Menjelaskan ketentuan zakat fitrah
Waktu zakat fitrah adalah sebelum salat idul fitri dan besar zakat fitrah adalah 2,5kg atau 3,5 l bahan makanan pokok untuk setiap jiwa.
3.      Mempraktikkan tata cara zakat fitrah
Kita sudah tahu apa yang dimaksud zakat fitrah, kita juga sudah tahu ketentuan-ketentuan dalam membayarnya. Nah selanjutnya adalah melaksanakan pembayaran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan karena hukum membayar zakat itu adalah wajib.
b.      Mengenal ketentuan infak dan sedekah
1.      Menjelaskan ketentuan infak dan sedekah
a.       Infak
Infak dalam bahasa berarti membelanjakan, dalam istilah adalah mengeluarkan, memberikan, atau membelanjakan sebagian dari harta yang dimiliki untuk kepentingan social dan keagamaan dalam waktu yang tidak terbatas.
b.      Sedekah yaitu memberikan dengan tulus ikhlas segala sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain atau lembaga-lembaga masyarakat agar dimanfaatkan dengan baik. Ibadah sedekah hukumnya sunah.
c.       Mempraktikkan tata cara infak dan sedekah
8.      Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 4 semester II.
a.       Mengenal ketentuan salad Id
1.      Menjelaskan macam-macam salat Id
a.       Idul fitri : kembali menjadi suci
b.      Idul adha : kembali berkurban. Maksudnya kembali melakukan penyembelihan hewan kurban.
2.      Menjelaskan ketentuan salat Id
Salat idul fitridilaksanakan pada tanggal 1 syawal. Waktunya adalah mulai terbit matahari dua penggalah dan berakhir apabila tergelincirnya matahari atau kira-kira pukul 6.30 sampai pukul 11.30 siang.
Salat idul adha dilaksanakan pada tanggal 10 zulhijjah. Pelaksanakan salat idul adha dimulai pada pagi hari pukul 6.00 sampai pukul 11.30 siang.
3.      Mendemonstrasikan tata cara salat Id
a.       Kaifiat ( cara ) salat idul fitri adalah
1.      Tidak memakai azan dan iqamah
2.      Menghadap kiblat
3.      Berniat mengerjakan salat idul fitri dalam hati
4.      Mengerjakan salat idul fitri sebanyak dua rakaat dilakukan dengan berjamaah
5.      Pada rakaat pertama disunahkan takbir tujuh kali, sedangkan pada rakaat kedua disunnahkan takbir lima kali.
6.      Mengangkat kedua tangan setinggi bahu pada tiap-tiap takbir.
7.      Imam menyaringkan bacaan salatnya
8.      Sesudah salat idul fitri dibacakan khotbah
9.      Khotbah salat idul fitri diawali dengan takbir.
b.      Kaifiat (cara) salat idul adha :
Sama seperti cara salat idul fitri, yang berbeda hanyalah niatnya.
9.      Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 5 semester I.
a.       Mengenal ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram.
a.       Menjelaskan ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram.
a.       Adapun makanan dan minuman yang dihalalkan oleh agama islam adalah sebagai berikut :
1.      Semua makanan yang disebut sebagai rizeki yang halal dan baik.
2.      Semua makanan yang berasal dari laut (ikan)
3.      Semua binatang ternak, kecuali yang telah diharamkan, seperti babi dan anjing.
4.      Hasil buruan yang ditangkap oleh binatang buas yang telah dididik untuk berburu.
5.      Berbagai macam jenis madu
b.      Segala jenis minuman yang terbuat dari bahan-bahan yang halal.
 Makanan dan minuman yang haram antara lain sebagai berikut:
1.      Bangkai binatang
2.      Makanan yang buruk, menjijikkan atau najis, seperti kecoak, lalat, cacing dan kaki seribu.
3.      Makanan yang memabukkan
4.      Babi
5.      Binatang yang disembelih tidak menyebut nama Allah SWT.
6.      Benda yang membahayakan
b.      Menjelaskan binatang yang halal dan haram dagingnya.
a.       Binatang yang halal dimakan adalah sebagai berikut :
1.      Jenis-jenis binatang yang hidupnya didarat, seperti ayam, angsa, lembu dan lain-lain.
2.      Jenis binatang yang hidup diair, seperti ikan
3.      Jenis binatang yang hidup didarat dan halal dimakanmeskipun sudah menjadi bangkai, jenis yang dimaksud adalah belalang.
b.      Binatang yang haram diantaranya adalah :
1.      Binatang yang karena kita diperintah untuk membunuhnya seperti anjing, ular, tikus, gagak dan burung elang.
2.      Binatang yang karena dilarang membunuhnya, seperti semut, lebah, burung, hud-hud dan burung suradi.
3.      Binatang yang bertaring dan berkuku tajam, seperti harimau, gajah, kucing, beruang, kelelawar dan burung hantu.
4.      Binatang yang menjijikkan karena termasuk binatang yang buruk dan kotor, seperti cacing, kutu busuk dan tikus.
c.       Menjelaskan manfaat makanan dan minuman yang halal.
Manfaat itu antara lain sebagai berikut :
1.      Terhindar dari murka allah SWT karena menjahui larangan-Nya.
2.      Tubuh kita akan selalu sehat karena yang dimakan adalah sesuatu yang baik dan enak.
3.      Akan menghasilkan hati dan pikiran yang bersih karena mendapat curahan cahaya dari Allah SWT.
4.      Akan diberi rizki yang halal dan dilipat gandakanoleh Allah SWT.
5.      Menunjukkan pada umat lain bahwa islam adalah agama yang baik dan hanya mengajarkan kebaikan.
d.      Menjelaskan akibat makanan dan minuman yang haram.
Beberapa akibat yang timbul dari makanan dan minuman yang haram adalah sebagai berikut :
1.      Akan mendapatkan murka dan azab dari Allah SWT
2.      Tidak ada keberkahan dalam dirinya
3.      Akan membentuk sifat-sifat syaitaniyah, seperti suka marah, berbohong, berkhianat.
4.      Susah menerima ilmu kebenaran
5.      Badan tidak sehat dan mudahterkena berbagai macam penyakit.
10.  Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 5 semester II
a.       mengenal ketentuan kurban
1.      menjelaskan ketentuan kurban
a.       secara bahasa, kurban berasal dari bahasa arab, yang artinya mendekatkan.menurut istilah kurban adalah menyembelih binatang kurban ( unta, kambing atau sapi) yang bertujuan mendekatkan diri kepada allah
b.      hukum berkurban adalah sunnah
c.       waktu pelaksaannya adalah tanggal 10 dzulhijjah dengan tiga hari berikutnya.yaitu pada hari tasyrik ( tanggal 11,12 dan 13 dzulhijjah )
d.      syarat-syarat hewan kurban:
1.      hewan kurban telah mencapai umur
2.      hewan kurban tidak sakit dan kurus
3.      hewan kurban tidak tenggelam biji matanya dan tidak cacat
2.      mendemonstrasikan tata cara kurban
ada yang perlu diperhatikan ketika kita hendakm menyembelih hewan kurban, antara lain sebagai berikut :
a.       pastikan bahwa alat penyembelih harus benar-benar tajam
b.      menghadap kiblat
c.       hewan disembelih pada lehernya
d.      hewan disembelih setelah membaca basmalah dan takbir
e.       Hewan disembelih dengan satu kali potongan
b.      Mengenal tata cara haji
1.      Menjelaskan tata cara haji
Ada tiga cara untuk melaksanakan ibadah haji, yaitu :
a.       Haji tamatuk
Adalah mengerjakan umrah lebih dahulu, baru mengerjakan haji.
b.      Haji ifrad
Adalah melaksanakan ibadah haji lebih dahulu, baru mengerjakan umrah.
c.       Haji qiran
Adalah melakukan haji dan umrah secara bersama-sama didalam satu niat.
2.      Mendemonstrasikan tata cara haji
Urutan pelaksanaan ibadah haji :
a.       Berpakaian ihram
b.      Niat haji dari miqat(batas waktu dan tempat untuk memulai mengerjakan ibadah haji dan umrah.
c.       Wukuf diarafah
Wukuf adalah berdiam diri diarafah pada tanggal 9 zulhijjah.
d.      Mabit di muzdalifah
Mabit berarti bermalam atau istirahat.
e.       Bermalam dimina
Dilaksanakan tiga malam yaitu malam pada tanggal 11,12 dan 13 bulan zulhijjah
f.       Tawaf
g.      Sai adalah lari-lari kecil bolak-balik antara bukit safa dan marwa sebanyak tujuh kali.
h.      Tahalul
Adalah mengakhiri ihram dengan menggunting rambut kepala paling sedikit tiga helai.
11.  Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 6 semerster I
a.       Mengenal tata cara mandi wajib
1.      Menjelaskan ketentuan tentang mandi wajib setelah haid
a.       Pengertian haid
Menurut bahasa haid berarti sesuatu yang mengalir. Sedangkan menurut istilah syara’yaitu darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab atau penyakit dan keluar pada waktu tertentu (memiliki siklus).
b.      Hal-hal yang dilarangbagi perempuan haid
1.      Perempuan haid dilarang mengerjakan salat.
2.      Perempuan haid dilarang puasa.
3.      Perempuan haid dilarang melakukan tawaf ketika menunaikan ibadah haji atau umrah.
4.      Perempuan haid dilarang menyentuh mushaf dan membaca al qur’an.
5.      Perempuan haid dilarang masuk masjiddan tinggal didalamnya (berdiam diri)
c.       Tata cara mandi setelah haid
1.      Niat
2.      Menyiram air keseluruh tubuh sampai merata
3.      Mengalirkan air kejari-jari dan rambut
d.      Sunah mandi ada tiga macam, yaitu :
1.      Membaca basmalah bersamaan dengan niat mandi
2.      Membersihkan kedua telapak tangan
3.      Menhilangkan kotoran pada badan yang menghalangi air sampai kekulit
4.      Membersihkan kemaluan atau istinja’
5.      Berwudu
6.      Mendahulukan anggota badan yang kanan
b.      Mengenal ketentuan khitan
1.      Menjelaskan ketentuan khitan
Khitan menurut bahasa berarti memotong sebagian anggota badan tertentu, yakni pada ujung kemaluan laki-laki. Ujung kulit kemaluan itu harus dipotong karena setiap buang air kecil akan tersisa diujung alat kelamin tersebut. Adapun khitan untuk perempuan adalah memotong kulit yang berada diujung kemaluanya.
Khitan bagi laki-laki hukumnya wajib dilakukan yang sebelum balig,sedangkan bagi perempuan hukumnya sunah atau hanya sebagai penghormatan. Khitan bagi perempuan belum menjadi tradisi di sebagian besar masyarakat Indonesia.
2.      Menjelaskan hikmah khitan
Hikmah hitan antara lain adalah :
a.       Menjaga kebersihan
b.      Mencegah  penyakit kelamin
12.  Standar kompetensi, kompetensi dasar dan penjelasan materi fiqih kelas 6 semester II
a.       Mengenal ketentuan jual beli dan pinjam meminjam
1.      Menjelaskan tata cara jual beli dan pinjam meminjam
a.       Jual beli adalah pertukaran harta dengan harta lain yang bermanfaat dengan jalan saling merelakan atau memindahkan hak milik dengan penggantinya melalui cara-cara yang dibolehkan islam.
1.      Rukun jual beli adalah :
a.       Penjual
b.      Pembeli
c.       Ada barang yang dijual
d.      Bahasa akad
e.       Kerelaan kedua belah pihak
2.      Syarat-syarat sah jual beli :
a.       syarat penjual dan pembeli
1.      Jual beli dilakukan oleh orang yang berakal agar tidak tertipu
2.      Jual beli dilakukan atas kemauan sendiri
3.      Penjual dan pembeli sudah balig
b.      Syarat uang dan barang yang diperjual belikan
1.      Keadaan suci atau dapat disucikan
2.      Barangnya bermanfaat
3.      Halal
4.      Milik si penjual


3.      Jual beli yang diperbolehkan dan yang dilarang
a.       jual beli yang diperbolehkan yaitu apabila kegiatan jual beli tersebut sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan didalam ajaran islam.
b.       jual beli yang dilarang
1.      Jual beli yang tidak sah karena kurang syarat atau rukunnya.
2.      Jual beli sah tapi terlarang
b. Pinjam meminjam disebut juga ariyah, yaitu meminjam suatu barang kepada orang lain untuk digunakan dan diambil manfaatnya, dengan perjanjian akan mengembalikan barang tersebut dalam keadaan utuhpada waktu yang tepat dan tidak membayar.
1.      Rukun pinjam meminjam:
a.       Seseorang yang meminjam
b.      Peminjam
c.       Barang yang dipinjamkan
d.      Ijab Kabul
2.      Syarat-syarat pinjam meminjam:
a.       Orang yang meminjamkan, syaratnya : balig, berakal sehat, tidak mubazir, tidak dipaksa.
b.      Orang yang meminjam, syaratnya : balig, berakal sehat, dan tidak mubazir.
c.       Barang yang dipinjamkan, syaratnya : ada manfaatnya, manfaatnya masih ada saat akad (manfaat itu dimiliki oleh orang yang meminjam.
d.      Ijab Kabul, syaratnya : jelas, mudah dimengerti, dan muwalah atau bersambung.

BAB III
ANALISIS
                Dari landasan teori diatas, kami mencoba menganalisisnya satu per satu dari kelas 1-6.
1.      Kelas 1
Dari materi fiqih yang diberikan kepada siswa siswi kelas satu, kami dapat menganalisisnya dari berbagai aspek, diantaranya adalah :
a.       Aspek social
      Materi-materi mengenai rukun islam memberikan manfaat yaitu mengenalkan kepada siswa bahwa dalam agama islam itu ada lima rukun islamyang harus dilaksanakan oleh setiap muslim
       sedangkan dari bab syahadat ini sangat sesuai dengan kelas 1,karena akan memberikan pengetahuan dasar dalam diri siswa bagaimana kalimat syahadat itu.
      Bab yang ketiga dan empat yaitu taharah dan adab hidup bersih, dari segi social materi ini mengajarkan kepada siswa tata cara bersuci dan hidup bersih, serta menanamkan dalam diri mereka untuk selalu menjaga kebersihan.
      Bab kelima dan keenam yaitu wudhu dan salat fardhu, materi ini bermanfaat untuk menjelaskan kepada siswa tata cara wudu dan salat fardhu, melatih anak untuk melaksanakannya,mengenal nama-nama salat fardhu. Dan menanamkan dalam diri siswa bahwa sebelum salat dan memegang al qur’an harus wudhu terlebih dahulu.
b.      Aspek psikologi
            Dari segi psikologi, materi rukun islam siswa dapat mengetahui rukun islam, apa saja rukun islam itu, dan kemudian timbul bagi siswa keinginan untuk melaksanakan satu per satu dari rukun islam tersebut, sedangkan dalam bab syahadat, siswa dapat mengetahui bagaimana kalimat syahadat itu. Dari bab taharah dan adab hidup bersih siswa dapat mengetahui tata cara taharah, bagaimana hidup bersih dan menjaga kebersihan.lalu pada bab kelima dan enam yaitu wudu dan salat siswa dapat mengetahui tata cara wudu dan salat fardhu dan mereka mempraktikkannya
c.       Aspek organisasi atau kelembagaan
            Dari segi organisasi materi yang disampaikan pada kelas 1 MI dapat semakin dipahami oleh siswa bilamana disekolah disediakan fasilitas, seperti mushola yang mendukung siswa untuk dapat mempraktikkan materi yang diberikan secara langsung.
d.      Aspek filsafat
            Dari segi filsafat yang mana usia mereka masih relative kecil yaitu usia 1-6 tahun dan materi yang diberikan merupakan materi dasar dari pengenalan tentang ibadah kepada allah dalam agama islam. Materi yang diberikan meliputi rukun islam, syahadat, taharah adab hidup bersih, wudu dan salat fardu.
2.      Kelas 2
      Materi yang diberikan pada kelas 2 merupakan materi lanjutan yang diberikan pada kelas 1, berikut analisis mengenai materi kelas 2 :
a.       Aspek filsafat
            Materi yang diberikan sangat sesuai dengan siswa kelas 2 yang rata-rata umurnya 8 tahun karena materi yang diberikan merupakan materi lanjutan dari materi yang diberikan kelas 1. Materi yang diberikan bertujuan untuk memperdalam pengetahuan siswa mengenai ketentuan salat fardhu, azan dan iqamah, shalat berjamaah, dzikir dan do’a sesudah salat.
b.      Aspek social
            Materi yang diberikan memberikan manfaat secara umum yaitu mengajarkan siswa tentang bagaimana salat fardu yang benar, azan dan iqamah, tentang salat berjamaah yaitu syarat menjadi imam dan syarat menjadi makmu. Serta mengenalkan pada siswa tentang dzikir dan do’a setelah salat dan tata caranya.
c.       Aspek psikologi
            Dari materi yang diberikan siswa mengetahui tentang ketentuan-ketentuan materi yang diberikan pada kelas 2.
d.      Aspek organisasi
            Materi kelas 2 MI sangat sesuai, disekolah dapat  dilakukan salat fardhu secara berjamaah, zikir dan do’a sesudah shalat secara bersama-sama.
3.      Kelas 3
a.       Aspek social
      Dipandang dari segi social, maka materi kelas 3 yaitu salat sunnah rawatib, salat jum’at, salat bagi orang sakit, puasa ramadhan, amalan-amalan dibulan ramadhan dapat diketahui oleh siswa, serta siswa dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Aspek fifsafat dan psikologisnya
       Dilihat dari segi filsafat dan dan psikologinya materi-materi tersebut sesuai dengan perkembangan anak didik yang duduk dikelas 3 yakni memasuki usia 9 tahun, yang mana diusia tersebut pengetahuan tentang ilmu agama haruslah mencakup banyak hal, seperti mayeri yang ada sekarang, itu sudah sangat membantu siswa dalam mempelajari dan mempraktikkan materi tersebut.
c.       Aspek organisasi
      Disekolah dapat dilaksanakan tadarus bersama pada bulan ramadhon, sehingga siswa mampu mengaplikasikan amalan-amalan dibulan puasa disekolah.
4.      Kelas 4
      Dikelas IV MI materi yang disampaikan yaitu mengenai zakat, infaq, dan sedekah serta salat idain.
a.       Aspek filsafat
             Menurut kami dari segi filsafat, materi yang disampaikan sesuai dengan kelas ini, umur para siswa yang relative berusia 9-10 tahun, dimana mereka mulai diajarkan untuk berbagi kepada yang membutuhkan dan mereka diajarkan mengenai ibadah-ibadah yang bersifat sunnah.
b.      Aspek social
            Dari materi- materi tersebut terdapat manfaat yang besar yaitu mengajarkan kepada siswa untuk melaksanakan ibadah atau amalan yang sifatnya sunnah.
c.       Aspek psikologi
            Siswa menjadi mengetahui apa itu zakat, infaq dan sedekah serta tata cara salat idul fitri dan idul adha, sehinnga siswa mampu mempraktekkannya
d.      Aspek organisasi
            Semua materi yang disampaikan sudah sesuai untuk kelas IV MI, disekolah dapat dilaksanakan zakat fitrah secara bersama-sama. Sehinnga zakat fitrah ang dikeluarkan siswa dapat disalurkan oleh sekolah kepada orang-orang yang berhak menerima zakat.
5.      Kelas 5
a.       Aspek filsafat
            Materi tersebut sesuai diberikan kepada siswa kelas 5 diusianya yang 11-12 tahun yang mulai harus bisa membedakan yang halal dan yang haram, cara berqurban dan tata cara ibadah haji
b.      Aspek social
            Materi yang diberikan memberikan manfaat yang besar secara umum karena mengajarkan untuk membedakan mana yang halal yang haram, cara berqurban dan tata cara ibadah haji
c.       Aspek psikologi
            Siswa dapat mengetahui yang diajarkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, tapi untuk haji siswa hanya diperkenalkan tentang tata cara haji.
d.      Aspek organisasi
            Disekolah dapat dilaksanakan qurban, agar siswanya dapat melihat secara langsung cara berqurban.
6.      Kelas 6
a.       Aspek filsafat
            Materi tersebut sesuai diberikan kepada kelas 6 MI dimana materi-materi tersebut sedikit banyak menyinggung tentang balig. Pada waktu siswa memasuki kelas 6 MI mereka telah memasuku fase yang menginjak pada dewasa, jadi dari aspek social materi ini sangat sesuai dengan kelas 6 MI. dari materi tersebut siswi perempuan diajarkan mengenai mandi setelah haid, hal ini sangat penting untuk diajarkan pada kelas ini karena siswi-siswinya rata-rata sudah mengalami haid.
b.      Aspek psikologi
            Semua materi yang diberikan kepada kelas 6 MI memberikan manfaat yang besar bagi siswa, siswa menjadi mengetahui tentang cara mandi setelah haid, pelaksanaan jual beli, pinjam meminjam dan sewa menyewa.
c.       Aspek organisasi
            Siswa dapat mengaplikasikan secara langsung dikoperasi sekolah. Jadi disekolah hendaknya disediakan koperasi bagi siswa yang ketentuannya disesuaikan dengan rukun dan syarat jual beli.



BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Dari landasan teori dan hasil analisis diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa semua materi fiqih yang diberikan kepada siswa siswi madrasah ibtidaiyah kelas 1-6 adalah sesuai untuk kebutuhan dan umur mereka. Pemberian materi yang bertahap dari yang dasar sampai yang kompleks kepada siswa sangat membantu siswa dalam mencerna setiap materi yang diberikan oleh guru, sehingga siswa dapat memasukkan materi-materi tersebut kedalam memorinya.
            Dikelas 1 siswa diberikan materi mengenai rukun islam, syahadat, taharah, adab hidup bersih, wudhu dan salat fardu. Yang mana materi-materi tersebut adalah materi dasar pengenalan tentang ibadah kepada Allah.
            Dikelas II, siswa diberikan materi ketentuan salat fardhu, azan dan iqamah, salat berjamaah, zikir dan do’a setelah salat. Materi tersebut merupakan materi lanjutan dari materipada kelas 1 yang dapat menjelaskan lebih lanjut tentang ibadah kepada allah.
            Pada kelas III, materi yang diberikan yaitu salat sunnah rawatib, salat jum’at, puasa ramadhan dan salat bagi orang yang sakit. Materi yang diberikan sudah sesuai dengan usia mereka. Yang mana diusia ini mereka masih sangat membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mengenai materi-materi tersebut.
            Dikelas IV materinya meliputi zakat, infaq dan sedekah serta salat idain. Materi-materi ini mengajarkan siswa tentang ibadah yang sifatnya sunnah.
            Dikelas V, yaitu ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram, binatang yang haram dan halal dimakan, kurban dan tata cara ibadah haji.
            Dikelas VI, materi yang diberikan meliputi mandi setelah haid, khitan, jual beli, pinjam meminjam.
            Dari semua materi yang diberikan mulai kelas 1-6 berdasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditetapkan, sehingga diharapkan dari materi-materi tersebut siswa dapat memahami dan mempelajarinya, serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar